Hari itu, cuaca sangat
buruk. Hujan turun dengan sangat deras,bahkan disertai dengan angin kencang. Jessica,
seorang remaja labil yang berusia 15 tahun duduk didepan kelas sedang menunggu
hujan reda dan melamun karena baru saja putus hubungan dengan sang pacar, Ilham.
Ia adalah cowok idola di sekolah yang sangat keren,kaya,dan juga pintar. Saat Jessica
sedang melamun, tiba-tiba ada seorang cowok yang menjailinya dengan menyiramkan
tetesan air hujan ke wajah dan tubuhnya....
“aduh
ngapain sih kamu Dit, iseng banget deh, bisa gak sehari aja gak ganggu aku
?” ucap Jessica dengan nada sedikit agak
kesal.
Radit adalah teman satu
kelas Jessica yang sangat jail dan murid paling bodoh sekelas, tapi ia selalu
memperhatikan Jessica dengan kejailanya tersebut.
Suatu saat ketika Radit
dan Jessica satu kelompok belajar, Jessica sering bercerita tentang Ilham.
“aku
menyesal telah menyia-nyiakanya dulu,padahal dia selalu berbuat baik
kepadaku,tak seperti dirimu yang selalu menganggu kehidupanku”.
Radit
pun mengelak “ak kan sebenarnya hanya ingin menghiburmu,agar kau tak kepikiran
mantan pacarmu terus”.
Padahal sebenarnya Radit
mempunyai Rasa kepada Jessica. Hampir setiap hari mereka berdua bertengkar
karena Radit selalu mengganggu Jessica,bahkan terkadang Jessica sampai
menangis. Suatu hari saat pulang sekolah, Jessica yang hingga jam 5 sore tak
kunjung dijemput tiba-tiba merasa gelisah, tak lama kemudian, ibunya Jessica
sms.
“maaf
nak, ibu ada rapat dadakan sore ini, jadi kamu pulang sendiri saja”. Jessica
pun bingung harus pulang naik apa, karena saat itu ia tak memegang uang sepeser
pun.
”Kenapa
tidak pulang? Gak ada yang jemput kamu ? aku antar pulang juga tidak apa-apa
kok” tiba-tiba Radit berbicara dibelakang Jessica.
Dengan terpaksa pun Jessica harus menerima
tawaran Radit tersebut,meskipun ia sedikit takut karena Radit biasanya
menganggunya terus.
Setelah kejadian
tersebut hubungan mereka berdua pun membaik, hampir setiap malam mereka sms an
hingga larut malam, tapi tetap saja Radit sedikit saja menjaili Jessica, sampai
suatu saat Jessica bercerita.
“Aku
capek kalo gak punya pacar gini, jadi gak punya temen kemana-mana”. Dalam hati Radit
itu adalah sebuah kode agar dia lebih berusaha mendekati Jessica.
“tunggu
saja sebentar lagi pasti juga dapat pasangan yang bisa buat kamu bahagia kok”
balas Radit dengan perasaan sangat bahagia.
“Dit,
besok bisa nemenin aku makan malam gak?” tiba-tiba Jessica bertanya seperti itu
kepada Radit.
Radit
pun tanpa ragu menjawab “iya ak pasti bisa kok”. Betapa bahagianya Radit saat
itu, Dia berpikir bahwa Jessica mulai membalas rasa cinta Radit.
Akhirnya Radit pun
memberanikan menyatakan Cintanya kepada Jessica.
“Jessica, jujur selama ini aku
memendam rasa kepada dirimu,maukah kau menjadi pacarku ?”
Jessica
pun sangat terkejut dengan kata-kata Radit tersebut, “iya aku mau kok jadi
pacarmu”.
2 minggu telah berlalu,
tetapi dalam hubungan Jessica berubah 180 derajat, Dia menjadi acuh, jarang
memperhatikan Radit, Padahal Radit selalu memerhatikan Jessica dengan sabar.
Ternyata, Jessica
kembali menjalin Hubungan dengan sang mantan pacarnya, Ilham. Mereka sering
jalan bersama dibelakang Radit. Radit pun masih terheran-heran apa yang
menyebabkan Jessica tiba-tiba berubah seperti ini. Karena sudah tidak bisa
menahan, Radit pun bertanya kepada Jessica.
“kenapa
kamu tiba-tiba seperti ini ?”
dengan
santainya Jessica menjawab “Aku kan cuma njailin kamu aja, jadi ak gak ada
perasaan apa-apa ke kamu, kamu salah jatuh cinta”.
Radit pun terdiam dan
langsung pergi dengan perasaan yang sangat kecewa, apalagi dia baru tau karena
ketika berpacaran dengan Jessica, Jessica tidak mempunyai perasaaan sedikit pun
kepada dia, bahkan dia masih tetap mencintai Ilham. Akhirnya pun Radit tidak
pernah berhubungan dengan Jessica.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar